Oleh: Yudikelana | Maret 12, 2009

Buah duri neraka


oleh: Rhoma Irama

Telah kutanam benih anggur yang merah
Juga benih delima
Tetapi yang tumbuh buah duri neraka
Harus kutelan pahit terasa
Menusuk pedih sampai ke hati
Oh, pedih

Betapa kejam permainan dunia
Yang penuh tipu daya
Ternyata sang cinta tak selamanya indah

Derita kulalui hari demi hari
Sementara kau berpesta penuh cinta
Besarnya pengorbanan tiada kauhargai
Bak menepis lalat yang hinggap di pipi

Tak selamanya indah, tak selamanya indah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: