Oleh: Yudikelana | November 24, 2008

Menggapai Cinta


Kadang kereta datang belum waktunya
Kadang bulan muncul saat malam belum tiba
Begitu pun dengan cinta….

Keangkuhan hati manunda perasaan jiwa
Kau datang ketika aku sudah menggapainya
Hidup dan hatiku sudah terpenjara
Oleh satu janji untuk setia…….

Kini kau baru percaya ………
Jikalau dulu kau selalu ku puja

Aku bukanlah lentera kayu
Yang selalu bersabar memberi cahaya untukmu

Aku bukan lah lampu jalan
Yang memegang teguh kesetiaan

Hatiku yang dulu hampa…….
Hatiku yang dulu tak bisa berbicara
Kini berubah mengikuti masa………..

Berubah bukan tanpa haluan
Tapi berubah karna ada tujuan

Aku ingin dicintai dan mencintai
Kini aku harus tentukan arah
Tanpa harus mengikuti air mengalir
Tanpa berubah kemana angin mengarah

Aku adalah busur panah
Melesat menembus lorong jiwa
Cinta keabadian biarlah terpendam
Terkubur bersama masa silam

Tapi jangan ada air mata untuk mengakhirinya
Karna aku ingin berakhir dengan bahagia
Balut penyesalan dengan senyuman
Hapus kesedihan dengan kenangan

Detik kan berubah menjadi menit
Bulan kan berganti menjadi tahun
Begitupun dengan cinta

Tak selamanya kau harus kupuja
Bila kau tak membalas ku punya cinta
Saat ini dan untuk selamanya
Kau hanya orang yang melintas di angan
Tanpa bisa ku genggam di tangan
Hanya melintas bagaikan sebuah bayangan
Terpatri sudah jiwaku dalam khayalan
Untuk mencari cinta yang penuh kedangkalan
Tanpa harus ada penyesalan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: