Oleh: Yudikelana | Oktober 26, 2008

Selalu Ingatlah Pada Surga yang Seluas Langit dan Bumi!


Jika selama di dunia ini Anda menderita kelaparan, jatuh miskin,
senantiasa dilanda kesedihan, menderita penyakit yang tak kunjung sembuh,
selalu mengalami kerugian, atau diperlakukan secara zalim, maka ingatkan
diri Anda pada kenikmatan surga yang lebih kekal abadi. Apabila Anda
benar-benar meyakini “jalan” ini dan mengamalkannya dengan benar, niscaya
Anda akan mampu merubah setiap kerugian menjadi keuntungan dan setiap
bencana menjadi nikmat. Orang yang paling berakal adalah yang senantiasa
melakukan sesuatu untuk akhirat dengan keyakinan bahwa akhirat itu lebih
baik dan kekal abadi. Sebaliknya, manusia yang paling bodoh di dunia adalah
mereka yang memandang dunia ini sebagai segalanya: tempat dan tujuan
akhir dari semua harapan.
Karena itu, tidak mengherankan bila Anda melihat mereka adalah
orang-orang yang paling gelisah ketika menghadapi suatu musibah dan paling
mudah larut dalam penyesalan saat malapetaka merenggut semua milik mereka. Itu semua, tak lain dikarenakan mereka hanya memandang,
memikirkan, mementingkan dan hanya berbuat segala sesuatu yang
berkaitan dengan urusan kehidupan dunia yang sangat singkat, fana, dan
tidak bernilai ini. Bahkan, seolah-olah mereka tak rela sedikitpun keceriaan
dan kegembiraan mereka di dunia ini terkotori dan terusik oleh hal apapun.
Padahal, seandainya mereka melepas tabir kesedihan yang menutupi hati
mereka dan membuka katup kebodohan yang menempel di mata mereka
itu, niscaya mereka akan berbicara kepada jiwa mereka tentang masih adanya
tempat tinggal yang kekal abadi (akhirat), pelbagai kenikmatan di dalamnya,
dan juga tentang istana-istananya yang megah. Lebih dari itu, mereka juga
akan senantiasa terdiam khidmat mendengarkan penjelasan-penjelasan
wahyu Ilahi tentang alam lain yang lebih kekal abadi. Dan sesungguhnya
—demi Allah— alam itulah yang sebenar-benarnya tempat kembali (rumah)
yang layak untuk diperhatikan dan diraih dengan usaha yang keras.
Pernahkah kita merenungkan secara mendalam bahwa sesungguhnya
para penghuni surga itu tak akan pernah sakit, tak mungkin bersedih hati,
tak bakal mati, tak pernah menjadi tua, dan pakaian mereka tak akan lusuh
sedikitpun? Pernahkah kita menghayati wahyu Ilahi yang menyatakan
bahwasanya para penghuni surga itu akan menempati istana-istana yang
bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari mar?
Pernahkah kita mengingatkan diri kita dengan kebenaran berita Ilahi yang
mengatakan bahwa di surga terdapat semua hal yang tidak pernah dilihat
oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di dalam hati manusia?
Cobalah Anda renungkan kabar Ilahi yang menyatakan bahwa sebatang
pohon di surga tak akan selesai dikelilingi oleh seorang pengendara kendaraan
selama seratus tahun lebih! Ingatkan pula diri Anda bahwa panjang sebuah
kemah yang didirikan di surga dapat mencapai tujuh puluh mil lebih, sungaisungainya
mengalir dengan deras, istana-istananya sangat indah nan megah,
buah-buahannya menggelayut rendah hingga mudah dipetik, mata airnya
mengalir deras, tahta-tahtanya demikian tinggi, gelas-gelasnya tertata rapi,
bantal-bantal sandarannya tersusun rapi, dan permadani-permadaninya
terhampar luas!
Demikianlah, Anda seyogyanya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa
di surga itu terdapat kesenangan yang sempurna, kegembiraan yang agung,
dan semerbak wangi yang membuai hidung. Dan penjabaran tentang semua
keistimewaan surga itu tak akan habis dalam waktu sesingkat ini. Pasalnya,
di dalam surga terdapat pelbagai keinginan yang pasti dikabulkan. Maka
dari itu, mengapa kita sering lupa memikirkan semua itu dan berbuat segala
sesuatu untuk meraihnya? Renungkanlah!

Apabila tujuan akhir dari perjalanan seorang manusia adalah “rumah”
yang kekal abadi ini, niscaya setiap bencana akan terasa ringan, pelbagai
beban kehidupan akan membuat mata tetap berbinar, dan seraua
kesengsaraan hidup tetap dapat dijalani dengan riang hati.
Maka dari itu, wahai orang-orang yang merasa sedang dilindas
kemiskinan, diliputi kesusahan, dan dililit berbagai macam kesulitan, teruslah
berbuat kesalihan! Dengan begitu, niscaya kalian akan tinggal di surga Allah,
berdekatan dengan-Nya dan senantiasa mensucikan nama-nama-Nya.
Demikianlah, maka,
{Salamun ‘alaikum bima shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan
itu.}
(QS. Ar-Ra’d: 24)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: