Oleh: Yudikelana | Oktober 26, 2008

Jangan Bersedih, Semua Hal Akan Terjadi Sesuai Qadha’ dan Qadar!


Segala sesuatu itu ada dan akan terjadi sesuai dengan ketentuan qadha
dan qadar-nya. Ini merupakan keyakinan orang-orang Islam dan para
pengikut setia Rasulullah s.a.w. Yakni, keyakinan mereka bahwa segala
sesuatu di dunia ini tidak akan pernah ada dan terjadi tanpa sepengetahuan,
izin, dan ketentuan Allah.
{Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.}
(QS. Al-Hadid: 22)
{Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.}
(QS. Al-Qamar: 49)
{Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar.}
(QS. Al-Baqarah: 155)
Dalam sebuah hadits disebutkan: “Sungguh unik perkara orang mukmin
itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka
itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang
mukmin.”
Rasulullah juga bersabda: “Jika engkau memohon, maka memohonlah
kepada Allah, dan engkau minta pertolongan mintalah kepada Allah. Ketahuilah
bahwa seandainya seluruh makhluk itu berkumpul untuk memberikan manfaat
kepadamu berupa sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan
manfaat kepadamu selain berupa sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu.
Dan, seandainya mereka semua berkumpul untuk mencelakakanmu dengan
sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan
sesuatu yang ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah kering dan lembaranlembaran
telah dilipat.”
Dalam sebuah hadits shahih yang lain disebutkan: “Ketahuilah bahwa
apa yang menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa yang tidak akan
menimpamu tidak akan pernah menimpamu.”
Juga diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda, “Pena telah kering,
wahai Abu Hurairah, berkaitan dengan apa yang akan engkau hadapi.”
Beliau juga bersabda, “Kejarlah apa yang bermanfaat untukmu, dan
mintalah pertolongan kepada Allah. Jangan mudah menyerah dan jangan pernah
berkata, ‘Kalau saja aku melakukan yang begini pasti akan jadi begini.’ Tapi
katakanlah, Allah telah mentakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki pasti akan
Dia lakukan.”
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah dia
bersabda, ‘Allah tidak menentukan sebuah qadha’ bagi hamba kecuali qadha’
itu baik baginya.”
Pernah sebuah pertanyaan tentang kemaksiatan dilontarkan kepada
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah, “Apakah maksiat itu baik bagi seorang hamba?”
Dia menjawab, “Ya! Namun dengan syarat dia harus menyesali,
bertaubat, beristighfar, dan merasa sangat bersalah.”
Allah berfirman,
{Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah
mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.}
(QS. Al-Baqarah: 216)
Dua bait syair berbunyi:

1. Ini adalah takdir maka celalah aku atau tinggalkan
2. semua takdir akan berjalan walau terhadap lubang jarum.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: