Oleh: Yudikelana | Oktober 26, 2008

Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai Orang, Sebab yang Anda Cari Adalah Pahala dari Allah!


Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan
jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain! Jangan pernah resah
dan gundah karena kebaikan Anda pada orang lain justru dibalas dengan
perbuatan keji, atau ketika “tangan putih” yang Anda ulurkan dibalas
dengan tamparan yang menyakitkan. Betapapun, apa yang Anda cari
seharusnya hanya pahala dari kebaikan dari Allah.
Allah berfirman tentang wali-wali-Nya,
{Mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.}
(QS. Al-Fath: 29)
Juga tentang nabi-nabi-Nya,
{“Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku.”}
(QS. Shad: 86)
{ Katakanlah: “Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu.”}

(QS. Saba’: 47)
{Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang hams
dibalasnya.}
(QS. Al-Lail: 19)
{Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan
tidak pula (ucapan) terima kasih.}
(QS. Al-Insan: 9)
Seorang penyair berkata,
Siapa yang berbuat baik tidak akan sirna pahalanya
dan tak akan sirna kebaikannya di sisi Allah dan manusia.
Berbuat baiklah hanya untuk Yang Maha Esa, sebab hanya Dia-lah
yang akan memberi pahala. Dia lah yang akan memberi karunia. Allah lah
yang akan menjatuhkan sanksi, membalas setiap amal. Dan, Dia yang akan
meridhai dan juga murka. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah.
Ketika para sahabat banyak yang terbunuh sebagai syuhada di kota
Kandahar, Umar berkata kepada para sahabat yang tersisa, “Siapa saja yang
terbunuh?” Maka disebutkanlah sejumlah nama. “Dan, masih banyak lagi
yang tak kau kenal,” jawab para sahabat itu. Maka tiba-tiba kedua mata
Umar meneteskan air mata, dan seketika itu ia menimpali, “Tapi Allah
mengetahui mereka.”
Alkisah, ada seorang salih memberi sepiring makanan kepada orang
yang buta. Konon, ketika mengetahui akan hal itu, keluarga orang salih itu
berkata, “Bukankah orang buta itu tidak tahu apa yang dimakannya.”
“Tapi, bukankah Allah mengetahuinya.,” jawab orang salih itu.
Selama Allah masih melihat dan mengetahui kebaikan yang Anda
lakukan, serta mengetahui keutamaan yang Anda ulurkan, maka janganlah
mengharapkan pujian dari orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: