Oleh: Yudikelana | Oktober 26, 2008

Buanglah Rasa Cemas!


Tak usah bersedih, karena Rabb-mu berfirman,
{Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu.}
(QS. Al-Insyirah: 1)
Pesan ayat ini bersifat umum untuk setiap orang yang menerima
kebenaran, melihat cahaya dan menempuh hidayah. Allah juga berfirman,
{Maka, apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk
(menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan
orang yang membatu hatinya)? Maka, kecelakaan yang besarlah bagi mereka
yang telah membatu hatinya.}
(QS. Az-Zumar: 22)
Maka dari itu, menjadi jelas bahwa ada kebenaran yang akan
melapangkan dada dan ada kebatilan yang akan membuat hati menjadi keras.
Allah berfirman,
{Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk,
niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam.}
(QS. Al-An’am: 125)
Ini menandakan bahwa Islam merupakan suatu tujuan yang hanya
dapat dicapai oleh orang yang memang dikehendaki Allah.
{Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.}
(QS. At-Taubah: 40)
Demikian Allah berfirman. Dan kalimat seperti itu hanya akan
diucapkan oleh orang yang sangat yakin dengan pengawasan, perlindungan,
kasih sayang dan pertolongan Allah.

{(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka
ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada
mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka
menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaikbaik
Pelindung.”}
(QS. Ali ‘Imran: 173)
Yakni, bahwa pemenuhan dan perlindungan Allah sudah sangat cukup
bagi kita.
{Hai Nabi, cukuplah, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-
orang mukmin yang mengikutimu.}
(QS. Al-Anfal: 64)
Dan, siapapun yang menempuh jalan tersebut akan memperoleh
kemenangan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tersebut.
{Dan, bertawakalah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup (Kekal) Yang tidak
mati.}
(QS. Al-Furqan: 58)
Yakni, selain Allah akan mati, tidak akan hidup selamanya, akan sirna
dan tak abadi. Dan derajatnya pun rendah dan tidak mulia.
{Bersabarlah (hai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan
pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) dan
janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.}
(QS. An-Nahl: 127-128)
Ayat ini melukiskan tentang bagaimana penyertaan khusus Allah
terhadap para wali-Nya, yakni dengan cara selalu menjaga, mengawasi,
membantu dan melindungi mereka sesuai dengan kadar ketakwaan dan
jihad mereka.
{Dan, janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal
kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang
yang beriman.}
(QS. Ali ‘Imran: 139)
Maksudnya adalah ketinggian tingkat ubudiyah dan kedudukannya di
sisi Allah.
{Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain
dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu,

pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian, mereka
tidak mendapat pertolongan.}
(QS. Ali ‘Imran: 111)
{Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya
Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.}
(QS. Al-Mujadilah: 21)
{Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman
dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari Kiamat).}
(QS. Al-Mu’min: 51)
Bentuk ketetapan pada kalimat ini merupakan janji Allah yang tidak
akan pernah diingkari dan tidak akan pernah ditunda.
{Dan, aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka, Allah memeliharanya dari kejahatan
tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat
buruk.}
(QS. Al-Mu’min: 44-45)
{Dan, hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.}
(QS. Ali ‘Imran: 122)
Janganlah bersedih! Anggap saja diri Anda tidak akan hidup kecuali
sehari saja, sehingga mengapa Anda harus bersedih dan marah pada hari
ini?
Dalam sebuah atsar disebutkan: Ketika pagi tiba, janganlah menunggu
sore; dan ketika sore tiba, janganlah menunggu datangnya pagi.
Artinya, hiduplah dalam batasan hari ini saja. Jangan mengingat-ingat
masa lalu, dan jangan pula was-was dengan masa yang akan datang.
Seorang penyair berkata,
Yang lalu telah berlalu, dan harapan itu masih gaib
dan engkau pasti punya waktu di mana engkau harus ada
Menyibukkan diri dengan mengingat masa lalu, dan meratapi kembali
kegetiran-kegetiran hidup yang pernah terjadi dan telah berlalu, adalah
sebuah ketololan dan kegilaan.
Pepatah Cina menyebutkan: “Jangan dulu menyeberangi jembatan
sebelum Anda sampai di jembatan itu.”
Artinya, jangan bersikap apriori terhadap kejadian-kejadian yang belum
tentu terjadi, sampai Anda benar-benar mengalami dan merasakannya
sendiri.

Salah seorang ulama salaf mengatakan: “Wahai anak Adam, hidupmu
itu tiga hari saja: hari kemarin yang telah berlalu, hari esok yang belum
datang, dan hari ini di mana Anda harus bertakwa kepada Allah!”
Bagaimana orang yang masih menanggung beban berat kesedihan masa
lalu dan kecemasan terhadap masa depan dapat hidup tenang hari ini?
Bagaimana mungkin orang yang selalu mengingat-ingat sesuatu yang telah
lewat dan telah berlalu akan tenang dalam hidupnya hari ini? Pasalnya,
pastilah waktunya akan habis untuk meratapi semua kesedihan yang telah
berlalu itu. Dan pada akhirnya, semua itu sama-sama tidak ada gunanya.
Atsar yang berbunyi: Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan jika
sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi, dapat pula diartikan bahwa
Anda harus membatasi angan-angan Anda, menunggu ajal yang sewaktuwaktu
menjemput Anda, dan selalu berbuat yang terbaik. Jangan larut dalam
kecemasan-kecemasan di luar hari ini. Kerahkan segala kemampuan untuk
hari ini. Berbuadah semaksimal mungkin, dan pusatkan konsentrasi Anda
untuk melakukan sesuatu dengan cara meningkatkan kualitas moral,
menjaga kesehatan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: