Oleh: Yudikelana | Agustus 29, 2008

Memasuki Bulan Ramadhan


Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, mulai 1 September ini berlangsung ritual puasa selama sebulan penuh. Puasa adalah ritual yang paling tua dan terdapat pada setiap unsur agama di dunia. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan kepadamu puasa, seperti diwajibkanya kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu semua bertaqwa.”

Ayat-ayat seperti ini sering kali, bahkan menjadi sesuatu yang favorit yang akan terus diulang kaji pada setiap bulan Ramadhan. Pertanyaannya apakah makna atau arti ayat –ayat dan hadits tersebut sama dengan makna di tahun-tahun yang sebelumnya? Jawaban dari pertanyaan tersebut harus dikaitkan dengan dengan makna dan hadits pada apa yang terefleksi dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara ini.

Tahun 2008 ini kalau boleh disebut sebagai tahun “memalukan”, .!!, Mengapa….karena mulai dari awal tahun sampai saat ini, berita yang aktual yang hampir setiap hari kita dengar adalah berita tentang ”Perselingkuhan Keuangan” atau yang populer dengan istilah ”Korupsi”, berita lain mengenai korban lumpur Lapindo di Porong-Sidoarjo telah mulai surut dari pemberitaan, walaupun penyelesaian ganti rugi yang memadai belum tuntas pelaksanaan pembayarannya. Kerakusan kekuasaan ala Firaun dan kerakusan harta qarun merupakan sarana manusia untuk melakukan “perselingkuhan keuangan dan kekuasaan”. Hidup sehari-hari diburu nafsu berkuasa dan berebut kekayaan milik Tuhan dibumi untuk pemuasan bagi dirinya sendiri, padahal Tuhan mengajarkan agar manusia tidak lebih mencintai hidup duniawi dengan ketakutan berlebih atas kematian (hubbub al-dunya wa karoohiyatu al-maut ; cinta kehidupan dan benci kematian).

Praktik kesalehan dalam segala bentuk ibadah ritual bukan lagi menjadi suatu pengabdian yang tulus tanpa pretensi dan kepentingan, melainkan terjadi perburuan pahala yang ditumpuk setiap hari seolah-olah bersaing untuk berebut simpati Tuhan. Dalam situasi seperti inilah Tuhan mewanti-wanti bahwa iblis bersemayam dalam diri manusia yang terus membisikkan maksiat (Surat Al-Naas)

Hubungan manusia dengan Tuhan seolah sudah tidak ada relevansinya, dan Tuhan hanya dianggap sebagai “Liyan” atau “The Others”, yang diperlukan hanya pada saat terjepit .

Makna penting ritual puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga selama sekitar 12 jam, tetapi makna paling hakiki dari puasa yaitu ialah ketika seseorang memperoleh kearifan menembus batas kemanusiaan, sehingga terbukalah tabir atau hijab dunia materi yang kompleks dalam kebertubuhannya. Dalam tradisi sufi hal tersebut adalah “kasyf”, yaitu pada saat seseorang mampu melihat jauh kemasa depan dibalik kasat mata bagaikan malaikat.

Dengan Kasyf orang mampu melakukan sesuatu yang dianggap mustahil oleh mereka yang masih terbelenggu oleh hijab materi kebertubuhannya.

Mayoritas rakyat Indonesia tentu akan berpuasa dalam bulan Ramadhan ini. Namun, apakah sudah menembus batas melampaui, atau hanya sekedar menahan lapar dan dahaga serta pengakuan sosial saja.?, sedangkan perintah Tuhan, berpuasa adalah: La’llakum tattaqun (supaya dengan puasa engkau semua bertaqwa), ayat di sini jelas mengatakan bahwa puasa bukan hanya bersifat fisikal, tetapi perlu kesadaran spiritual atau ruhaniah.

Dalam filsafat modern, manusia dipandang sebagai mata rantai yang terakhir dalam perkembangan penghuni bumi. Puasa adalah jalan tembus manusia menuju pada hidup yang lebih baik dari hari kemarin, karena diharapkan dalam berpuasa manusia dapat terbuka hijab jasadiyahnya, sehingga pada titik awal ini seseorang bisa bertindak extra ordinary bukan untuk kepentingannya pribadi tetapi untuk orang lain , mungkin yang ia sendiri tidak kenal, bahkan terhadap orang yang memusuhinya.

Selamat Berpuasa!

Marhaban yaa Ramadhan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: