Oleh: Yudikelana | Agustus 12, 2008

Dangdut..oh..dangdut


dikirim  Sabtu, 28 Juni 2008 08:52:58 – oleh : kendari pos

Banyak masyarakat menganggap, bahwa musik dangdut merupakan musik masyarakat kelas bawah dan kampungan.  Anggapan tersebut, mungkin muncul karena kebanyakan musik dangdut berisi aspirasi kalangan masyarakat bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya.
Tetapi jika dicermati, ternyata musik dangdut itu milik semua kalangan dan tidak kampungan. Buktinya musik dangdut (dangdut remix) dapat didengarkan di diskotik-diskotik, bahkan ada juga radio yang mengukuhkan diri sebagai radio dangdut serta TV yang selalu menayangkan lagu-lagu dan kontes dangdut.  Selain itu, dangdut juga sering digunakan sebagai musik pengiring pada tari anak, senam pagi dan kampanye partai politik. Benar khan Famili Dim3nsi…
Menurut Mida, Alumni SMA Swasta Kartika Kendari, musik dangdut saat ini sudah berbeda dengan dangdut tempo doloe. Dangdutnya, makin kreatif dan disukai hampir semua kalangan. “Dangdut sekarang, nyatanya sudah jauh beda dengan musik di era 70-an,” katanya. Penyanyi dangdut yang diidolakan Mida, antara lain Kristina, Dewi Persik dan Inul Daratista.
Senada dengan itu, juga diungkapkan Sunarti, Alumni SMP Negeri 2 Wundulako Kabupaten Kolaka. Menurut Famili Dim3nsi kita yang satu ini,  dangdut punya fenomena tersendiri karena mampu menghipnotis para pendengarnya. Selain itu, musik dangdut sekarang sudah menjadi musik kontemporer karena telah berkolaborasi dengan musik modern lainnya. Seperti, musik pop, rock dan house music.
“Malahan, ada lagu pop dan rock yang didangdutkan. Seperti lagunya Mata Band yang judulnya Ketahuan dan lagu-lagunya Dewa yang sering didangdutkan sama Inul Daratista,” lanjut Mida. Ia juga mengaku, bangga punya selera yang nge-dangdut banget. Sebab, dangdut tidak hanya disukai masyarakat Indonesia tapi juga warga manca negara lainnya. Satu selera nich ye… (P4/yen).


Responses

  1. Terimakasih informasinya.
    Tujuan dakwah adalah menebarkan nilai-nilai Islam di kalangan masyarakat. Metodenya dapat dengan pendekatan kesenian, alatnya dapat berupa seni musik “dang dut”.
    Apapun pendekatan dan alatnya tujuannya satu, yaitu berbagi nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamiin.
    Untuk share silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: