Oleh: Yudikelana | Agustus 4, 2008

Disko dangdut


Reynold juga melakukan langkah yang sangat di luar dugaan orang. Bersama Camelia Malik (yang saat itu masih menjadi isterinya) yang antara lain menyanyikan Colak-colek, Wakuncar, dan Gengsi Dong, tahun 1986 dia go international. Ia ngamen ke Tokyo, Jepang. “Gedung Shibuya yang berkapasitas seribu orang, penuh penonton. Karcisnya ketika itu dijual rata-rata Rp 60.000,” kenang Camelia Malik.

Untuk mengangkat dangdut dengan warna Indonesia, mereka tampil dengan kostum wayang orang. Reynold berkostum Gatutkaca, satu penampilan yang mendapat sambutan tersendiri. Lagu-lagu yang digelar juga direkam dalam bentuk kaset can compact disc (CD) oleh promotor pertunjukan. Sejak lama, diam-diam Jepang memang suka dangdut. Jauh sebelum Reynold dan Camelia masuk Tokyo, kaset dangdut Indonesia beredar luas di negeri itu.

Menyusul Reynold dan Camelia, Rhoma juga sukses di Jepang. “Tahun-tahun itu, kami juga dapat undangan untuk tampil dalam Festival Musim Panas di Inggris dan Amerika Serikat,” ungkap Rhoma. Tapi karena berbagai hal, hingga kini Rhoma dan OM Soneta belum bisa memenuhi undangan tersebut.

“Irama dangdut itu fleksibel. Ia tak menutup kemungkinan bersentuhan dengan irama musik jenis lain yang ada,” papar Rhoma. Bisa jadi benar. Sebab kenyataannya, nyaris tak ada lagu jenis musik lain yang tak bisa didangdutkan. Sementara lagu dangdut, belum tentu bisa dibawakan secara jazz ataupun rock. Rhoma (juga Reynold) telah membuktikan betapa unsur-unsur rock bisa masuk ke dalam karya musik mereka.

Belakangan ini Reynold dan Tarantulla tak terdengar kiprahnya. Tapi musik dangdut tidak mati. Rhoma Irama tetap berkibar, dan pembaruan tak pernah berhenti. Tahun 90-an muncul lagu-lagu dangdut bergaya disko. Lagu-lagu ini ternyata tak cuma menembus diskotek-diskotek di banyak kota, tapi juga didendangkan banyak kalangan yang tadinya bukan penyanyi dangdut.

Lagu-lagu disko dangdut antara lain Pusing Lagi yang dinyanyikan Anis Marsella populer di mana-mana. Juga lagu Makin Gila yang dinyanyikan Ati Adiati yang berhasil meraih tiga penghargaan BASF award 1992. Sebagai produk rekaman, lagu ini tergolong mengejutkan, kasetnya terjual sekitar sejuta buah.


Responses

  1. Terima kasih, sangat membatu saya mencari lagu-lagu dangdut.
    Saya mau cari lagu reynold pangabean/om. tarantulla yang liriknya :”merana-merana aku merana , merana karena cinta durjana….”
    Terima kasih atas bantuannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: