Oleh: Yudikelana | Agustus 4, 2008

Dinamika Dangdut


Dulu sebelum muncul istilah dangdut, sebutannya irama Semenanjung atau irama Melayu. Banyak orang juga menyebutnya irama Deli. Tahun 50-an, ketika film-film India menyerbu Indonesia, musik Melayu terpengaruh, terutama dalam hentakan suara gendangnya.

Saat itu muncul Ellya Khadam dengan lagu-lagu Melayu yang beraksen India. Boneka Dari India yang dinyanyikannya, beken hingga ke negeri jiran. Istilah dangdut baru muncul tahun 70-an. Awalnya cuma ejekan yang dilontarkan Billi Silabumi di majalah Aktuil (majalah musik bergengsi tahun 70-an) terhadap corak musik yang disertai gendang yang khas, seperti lazimnya pada musik film India.

Dangdut yang sebagian besar pendengarnya adalah kalangan bawah, saat itu memang sering diserang sebagai musik kacang goreng. Bahkan dari catatan yang ada, pada dasawarsa 70-an itu sempat terjadi ‘perang’ antara musik rock dan dangdut yang ketika itu dikibarkan Benny Soebardja, gitaris grup rock Giant Step.

Walau diserang kiri-kanan, dangdut tetap hidup subur. Satu yang gigih membela dangdut adalah Rhoma Irama. Mendirikan grup Orkes Melayu (OM) Soneta tahun 1973, Rhoma menghadapi sikap antipati itu dengan terobosan-terobosan baru. “Ia memasukkan unsur-unsur rock ke dalam khasanah dangdut.” Ungkap Bens Leo.

Dari tangan Rhoma lahir new dangdut yang kemudian beken sebagai rock dangdut. Rhoma sendiri menyebutnya dynamic dangdut. Ia sengaja memberi sentuhan rock ke dalam irama dangdut. “Saya mengambil semangatnya, dinamikanya,” katanya di studionya di Depok, medio Juni lalu.

Instrumen musik dangdut yang ‘kuno’ pun ia lengkapi dengan peralatan listrik bertenaga besar. Alat tiup seperti saksofon, dan keyboard, ia gunakan. “Ini tak pernah terjadi sebelumnya. Soneta tampil tegar, tak kalah dengan grup rock,” kata Bens Leo.

Rhoma tak berhenti pada inovasi melodi musik rock, tapi juga pada lirik. Lagu dangdut yang cenderung erotis dan merengek-rengek ia jauhi. Ia tampil dengan aransemen yang lebih segar, dengan lirik yang tak sekadar ratapan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: