Oleh: Yudikelana | Desember 29, 2008

Soneta formasi II (1976-1982)


Artikel Berita Kiriman dari mas Noer_MN

Soneta formasi II (1976-1982)
Rhoma Irama      :lead guitar/vocal
Rita Sugiarto       : Vocal
H.Nasir                  : Mandolin
H.Hadi                    : Suling
H.Popong              : Bass
H.Hafif                    : Gendang/Drum
H.Riswan                : Organ/keyboaard/synhthesiser
H.Wempy               : Guitar 2
H.Nasir                     : Mandolin
Album                        : Volume 6 (135.000.000-yukawi)
Volume 7 (santai-Naviri)
Volume 8 (Hak Asasi-Yukawi)
Volume 9 (Begadang 2-Yukawi)
Volume 10 (Sahabat-Yukawi)
Volume 11 (Indonesia-Yukawi)
Volume 12 (setetes air hina-Yukawi)
Soundtrack film Penasaran (Yukawi)
Soundtrack film Gitar Tua (YUKAWI)
Soundtrack film Darah Muda (Yukawi)
Soundtrack film Begadang (YUkawi)
Soundtrack film Berkelana 1 (Yukawi)
Soundtrack film Berkelana 2 (Naviri)
Soundtrack film Perjuangan dan Doa (Yukawi)
Soundtrack film Raja Dangdut (Naviri-vocal with Ida Royani)
Soundtrack film Camelia (Naviri)
Soundtrack film Cinta Segitiga (Naviri)
Soundtrack film Melody Cinta (Naviri)
Soundtrack film Badai diawal Bahagia (Yukawi)
Single PEMILU

10 lagu terbaik Lomba Cipta Lagu Dangdut se Jabotabek
( hits Tak Berdaya cipt. Junaidi Syam)
catatan : Tahun-tahun ini merupakan tahun terdahsyat bagi Soneta. Revolusi dangdut yang semakin mengeksiskan Soneta jauh meninggalkan musisi-musisi Indonesia saat itu baik Dangdut, Pop maupun Rock. Pada Volume 8 Rhoma Irama melengkapi dirinya dan Soneta dengan peralatan musik terbaru, perhatikan sound gitar Rhoma Irama yang sangat berbeda dengan sound pada album-album sebelumnya, begitupun raungan organ H.Riswan dengan organ Hammond dan Farfisa. Soneta mengawinkan sound hard rock Deep Purple dengan musik melayu Soneta dan berhasil ! . Hampir seluruh Album Soneta memperoleh penghargaan Golden Record (kalau sekarang platinum award dari masing-masing label). Lagu2 Soneta mewabah disetiap radio2 swasta, bahkan Soneta dengan lagu Haram terpilih mewakili Indonesia dalam Asean Pop Song Festival di Manila. Kesuksesan Soneta saat itu membuat merah muka pemerintah orde baru. Mengapa demikian? Dukungan Rhoma dan Soneta pada PPP pada pemilu 1977 dan 1982, suka tidak suka ataupun mau
diakui atau tidak telah memenangkan PPP untuk wilayah DKI Jakarta mengalahkan partai pemerintah yaitu GOLKAR. Saat itu Soneta kerap tampil dalam ajang kampanye PPP. Apalagi Rhoma tampil sebagai jurkam di TVRI tahun 1982 (sejak tahun 1977 Soneta sudah dilarang ditampilan di TVRI dengan alasan yang kurang jelas). Lagu Laa ilaha Ilallah dalam soundtrack film Raja Dangdut sempat mengundang polemik yang membawa Rhoma diundang ke Masjid Al Azhar untuk menghadap MUI mengenai lafaz Surah Al Ikhlas pada awal lagu tersebut. Alhamdulillah KH Syukri Gozali (Ketua MUI saat itu) menyatakan bahwa setelah dipelajari ternyata lagu ini tidak bermasalah dan beliau malah berpesan kepada Rhoma untuk terus menciptakan lagu2 bernafaskan Islam lebih banyak lagi. Sandungan bukan hanya pada lagu itu saja, tetapi Album Soundtrack Cinta Segi Tiga pun sempat bermasalah dikarenakan Rhoma telah mengucapkan hadits Nabi SAW secara terbalik pada intro lagu LIMA. Hal ini mengakibatkan Naviri selaku label
harus menarik album yang sudah terlanjur beredar dan menggantinya dengan album yang telah direvisi pada kesalahan pengucapan tersebut.

Tahun 1976-1982 merupakan gebrakan awal revolusi dalam musik dangdut. Rhoma Irama mengikrarkan Soneta sebagai The Sound of Moeslim dan voice of Islam. Sebuah langkah berani yang tentu saja menimbulkan banyak pro dan kontra, baik dari kalangan ulama maupun musisi melayu.
Tahun 1979 semua personil Soneta memunaikan ibadah haji dan bertepatan itu pula diluncurkan Soneta Girl dengan pimpinan Hj.Veronika. Sejak itu penampilan pakaian show Soneta tidak lagi seperti sebelumnya dengan celana ketat dan sepatu lars tetapi lebih kepada Muslim Look dengan baju longgar dan selendang atau syal.
Rhoma dihujat telah memperjualbelikan agama, bahkan film Perjuangan dan Doa harus terlebih dahulu dipertontonkan untuk dikaji oleh MUI sebelum diedarkan. Dengan polemik yang panjang akhirnya semua masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik. KH.Idham Chalid dari NU mengatakan apa yang dibawakan Rhoma sah2 saja, KH Syafii Hadzami lebih halus dengan mengatakan itu tergantung dari niat pribadi masing-masing. Kejadian2 mengenai pro kontra ulama dan termasuk kasus lagu Laa ilaha illallah serta hadits terbalik dalam lagu LIMA dijawab oleh Rhoma dalam salah satu scene film Perjuangan dan Doa. Boleh dikatakan Film Perjuangan dan Doa merupakan pledoi Rhoma Irama atas kasus2 tersebut (adegan saat diskusi di sekolah Laila).
Dan para musisi melayu beranggapan bahwa Soneta telah memperkosa musik melayu sebagai ibu kandung musik dangdut, apalagi Rhoma Irama pada tahun2 tersebut senpat mengeluarkan album POP dengan judul Remaja. Namun perkembangan selanjutnya para musisi melayu sendiri akhirnya berbondong-bondong berkiblat mengikuti jejak musik Soneta. Atas keberhasila Soneta, BIll H Frederick, seorang Sosiolog dan Dosen OHIO University, Amerika Serkat membuat tesis tentang Rhoma dengan judul : Rhoma Irama and The Dangdut Style.
Tahun 1982 merupakan tahu terakhir Rita Sugiarto bergabung dengan Soneta. Ia mengundurkan diri dan membentuk Group Jackta dengan Jacky Zimah, suaminya dan melontarkan hits Jacky. Pengalaman yang diraihnya selama bergabung dengan Soneta membawa banyak hikmah bagi Rita. Ia tidak menyia-nyiakan ilmu yang diperolehnya dari Soneta dan Rhoma Irama. Ini yang membuatnya tetap eksis hinga saat ini.
Atas pengunduran diri ini, Rhoma Irama menjadi penyanyi solo tanpa pendamping. Untuk Album 11 (Indonesia) Soneta menggamit Nandhani penyanyi dari India untuk membawakan duet Sawan Kam Hina dan Main Tulsi Tere Anganki yang dirubah syairnya kedalam bahasa Indonesia menjadi lagu Jangan lagi dan Takkan Lagi. Dan untuk pertamakalinya dalam rekaman kaset Soneta, album ini dibuka dengan sapaan Rhoma Irama kepada para pengemarnya.
Volume 11 semakin mengentalkan rasa kritis Rhoma terhadap keadaan bangsa saat itu, bahkan sampai saat ini. KKN yang begitu merata disemua bagian birokrasi pemerintah begitu tergambar dengan gamblang dalam lagu Indonesia.
Untuk pertamakalinya pada volume 12 (setetes air hina) album Soneta tidak didampingi vokalis Wanita. Album ini berisi 4 lagu yang sangat sarat dengan dakwah tetapi dengan iringan musik yang sangat enerjik. Perhatikan ketukan gendang H.Hafif dalam Album tersebut(terutama lagu setetes air hina dan Al Quran dan Koran), sampai saat ini belum ada yang menyamainya. Dan untuk petamakalinya pula album ini diberi sub judul Renungan dalam Nada. Dalam album ini ada beberapa bagian bass yang dimainkah oleh Lucy Anggoman, bassist Soneta Girl, karena kebetulan H.Popong sedang mengalami cedera.

About these ads

Responses

  1. Semoga seluruh personil Soneta, termasuk Bang Haji diberikan kesehatan dan panjang umur untuk terus berkarya. Amiin….

  2. Saya punya sumber yg lumayan akurat tentang lagu2 soneta
    mungkin bisa sedikit menambah perbendaharaan
    sumber tersebut saya dapatkan dari saudara arif lamongan jawa timur

  3. mudah-mudahan seluruh pemain soneta diberikan kesehatan dan umur yang panjang agar bisa terus berkarya dan bisa mengeluarkan album-album yang baru,saya juga mendo’akan untuk H.Hadi yang sedang sakit agar bisa beraksi dipanggung kembali seperti sedia kala dan diberikan umur yang panjang

  4. H.hadi pemain suling soneta…
    selama ini tidak tampil kmana?

  5. siapapun tidak ada yang bisa menggantikan posisi bang haji..viva dangdut..viva bang haji…

  6. soneta maju terus berdakwah,, kami mendukung mu bang haji. we’re right behind you….

  7. semoga pak haji rhoma irama soneta sukses selalu amin……………..

  8. lagu pop remaja taun 77 ada ga sih-.-

  9. selama ini kemana h hadi, kok gak pernah tampil lagi di soneta?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: