Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap,
dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan
kilau cahaya mentari.
Rajawali memekik di angkasa,
menyapa tebing dan bukit-bukit
bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi,
terasing dan dilupakan orang.
Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini,
membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil.
Diatas angin engkau pekikkan sebuah gelora nurani untuk mencari pertambatannya
yang sempurna.
sayap-sayap Rajawali, engkau katakan padaku “di sana masih ada mercusuar,
deretan tebing dan bukit-bukit kebebasan yang menjulang”
Sesaat lewat mataku yang mulai redup,
kutangkap sebuah jalinan inspirasi merah
yang mengubah kepakan sayapmu
menjadi butir-butir kata yang dapat mengubah hidup.
terbanglah rajawali, diatas padang bunga-bunga harapan,
kabarkan padanya sebuah bentang harapan itu disana
setelah cakrawalamu terlampaui.
Kepada aku dan mereka ……


























