Oleh: Yudikelana | Juni 16, 2008

Sayap Rajawali

Angin sepoi berlalu dari kepakan sayap,

dibalik awan putih yang pudar pada birunya langit dan

kilau cahaya mentari.

Rajawali memekik di angkasa,

menyapa tebing dan bukit-bukit

bagai sapaan kemanusiaan yang kini sepi,

terasing dan dilupakan orang.

Sayap-sayap Rajawali menempuh badai di atas padang ini,

membersitkan sebuah pelampauan angan manusiawi yang kerdil.

Diatas angin engkau pekikkan sebuah gelora nurani untuk mencari pertambatannya

yang sempurna.

sayap-sayap Rajawali, engkau katakan padaku “di sana masih ada mercusuar,

deretan tebing dan bukit-bukit kebebasan yang menjulang”

Sesaat lewat mataku yang mulai redup,

kutangkap sebuah jalinan inspirasi merah

yang mengubah kepakan sayapmu

menjadi butir-butir kata yang dapat mengubah hidup.

terbanglah rajawali, diatas padang bunga-bunga harapan,

kabarkan padanya sebuah bentang harapan itu disana

setelah cakrawalamu terlampaui.

Kepada aku dan mereka ……


Beri tanggapan

Your response:

Kategori